
Barru – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan menyelimuti aula MTs Negeri Barru pada Sabtu (25/10/2025). Para guru dan tenaga kependidikan tampak antusias mengikuti penutupan kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan MTsN Barru, yang digelar atas kerja sama antara MTsN Barru dan Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Barru.

Kegiatan tersebut resmi ditutup oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Barru, H. Syamsul Bahri, S.Ag., yang sekaligus membawakan materi penutup bertajuk “Menjadi Guru yang Inspiratif dalam Bingkai Kurikulum Cinta dan Pembelajaran yang Mendalam.”

Dalam pemaparannya, H. Syamsul Bahri menyampaikan bahwa guru sejati adalah sosok yang mendidik dengan cinta, menanamkan nilai dengan ketulusan, dan menginspirasi melalui keteladanan. Ia menekankan bahwa dalam era perubahan dan tantangan pendidikan saat ini, guru perlu menghadirkan suasana belajar yang menyentuh hati dan menggugah semangat peserta didik.
“Guru yang inspiratif bukan hanya mengajar dari buku, tetapi mengajar dari hati. Ia menghadirkan cinta, makna, dan arah dalam setiap proses pembelajaran,” ungkapnya di hadapan peserta workshop.

Lebih lanjut, beliau memaparkan lima makna kata “guru” dalam bahasa Arab yang sarat filosofi dan makna spiritual:
Ustadz (أستاذ) – bermakna pengajar atau dosen, yaitu sosok yang ahli dalam bidang ilmu dan menyampaikan pengetahuan secara sistematis.
Mu’allim (معلّم) – berarti orang yang mengajarkan ilmu dan adab, tidak hanya memberi pengetahuan tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebaikan.
Mursyid (مرشد) – bermakna pembimbing atau penunjuk jalan, yakni guru yang menuntun peserta didik menuju kebenaran dan kebijaksanaan hidup.
Murabbi (مربّي) – berarti pendidik dan pengasuh, yang menumbuhkan karakter, iman, dan akhlak mulia dalam diri peserta didik.
Muaddib (مؤدّب) – bermakna penanam adab dan etika luhur, yaitu guru yang menyiapkan peserta didik menjadi insan berakhlak dan beradab.
Kelima makna ini, jelas beliau, mencerminkan peran guru yang sangat luas—tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing, menumbuhkan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Semua ini menjadi jiwa dalam menjalankan Kurikulum Berbasis Cinta, yakni kurikulum yang mengedepankan kasih sayang, kedalaman belajar, serta hubungan manusiawi antara guru dan peserta didik.
Kegiatan workshop yang berlangsung selama 2 hari ini menghadirkan berbagai narasumber inspiratif dan beragam materi, mulai dari pembuatan media pembelajaran, penerapan teknologi dan AI dalam kelas, hingga penguatan karakter pendidik.
Di akhir acara, seluruh peserta tampak haru dan bangga atas pengalaman berharga yang mereka dapatkan.
“Semoga ilmu yang kita peroleh selama workshop ini menjadi bekal untuk terus berinovasi dan menebar inspirasi di madrasah masing-masing,” tutup H. Syamsul Bahri dengan penuh semangat.
Dengan penutupan ini, kegiatan workshop resmi berakhir, meninggalkan kesan mendalam dan semangat baru bagi seluruh pendidik dan tenaga kependidikan MTsN Barru untuk terus berkarya dengan cinta.
Workshop ini terlaksana berkat kerja sama antara MTs Negeri Barru dan KKMTS Kabupaten Barru, sebagai bentuk sinergi untuk meningkatkan profesionalisme pendidik dan mutu pembelajaran madrasah. Melalui kegiatan ini, keluarga besar MTs Negeri Barru meneguhkan tekad untuk menjadi madrasah yang maju, inspiratif, dan penuh cinta dalam mendidik generasi masa depan. (Poya)


